Wikucare

Wikusama.org – Berdasarkan rapat pengurus, Rabu (21/1/2015), IAW melaksanakan program dana bantuan dari alumni, oleh alumni dan untuk alumni. Program ini dinamakan Wikucare (Wikusama Peduli). Program ini terjalin berkat partisipasi aktif dan iuran dari para alumni semuanya.

Besar dana bantuan Wikucare adalah sebagai berikut :

  1. Beasiswa, Rp. 600 ribu per semester untuk putra putri alumni yang meninggal dunia.
  2. Santunan, Rp. 500 ribu untuk alumni, istri, anak dan orang tua yang meninggal dunia.
  3. Bantuan, Rp. 500 ribu untuk alumni, istri dan anak yang sakit parah.

Besar nilai bantuan di atas dievaluasi per tahun dengan mempertimbangkan dan mengukur kemampuan keuangan IAW secara keseluruhan.

Untuk mendapatkan dana Wikucare bisa mengirim email ke publikasi@wikusama.org. Demikian sekilas info dari IAW.

Salam Wikusama

(@DPSasongko)

Beasiswa Wikusama untuk Hanif

Wikusama.org – IAW memberikan beasiswa sebesar Rp. 600 ribu per semester kepada Hanif di Lumajang, Sabtu (10/1/15). Beasiswa ini diambil dari hasil iuran IAW yang sampai saat ini masih berjalan.

Hanif adalah putra almarhum Rangga angkatan 9 yang meninggal karena kecelakaan di Lumajang. Saat itu, almarhum, istrinya dan hanif naik sepeda motor dan ‘tabrakan’ dengan mobil. Rangga meninggal di TKP, istrinya cacat hingga saat ini dan Hanif selamat.

Penyerahan beasiswa ini dilakukan oleh teman-teman IAW Jember yang dikoordinasi oleh Rizki (Pam-pam). Terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya. Semoga Tuhan, Allah SWT selalu membimbing dan melindungi kita semua, amin.

(@DPSasongko)

+BONUS PIX :

Rizki sebagai wakil IAW memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kedatangan.
Rizki sebagai wakil IAW memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kedatangan.
Rizki menyerahkan beasiswa kepada Novi, istri almarhum Rangga, Sabtu (10/1). Kaki Novi belum bisa 'ditekuk', baru lepas kruk lima bulanan dan masih terapi di RS. Soebandi hingga saat ini.
Rizki menyerahkan beasiswa kepada Novi, istri almarhum Rangga, Sabtu (10/1). Kaki Novi belum bisa ‘ditekuk’, baru lepas kruk lima bulanan dan masih terapi di RS. Soebandi hingga saat ini.
Meski kondisi fisiknya tidak normal, Novi sangat produktif dan berkontribusi positif ke masyarakat dengan adanya Rumah Baca Pelangi di rumah neneknya.
Meski kondisi fisiknya tidak normal, Novi sangat produktif dan berkontribusi positif ke masyarakat dengan adanya Rumah Baca Pelangi di rumah neneknya.
Dari kiri : Wahyu (8), Bhenita (istri Wahyu), Novi (istri almarhum Rangga), Rizki (8), Dani (12), Novan (8).
Dari kiri : Wahyu (8), Bhenita (istri Wahyu), Novi (istri almarhum Rangga), Rizki (8), Dani (12), Novan (8).
Hanif pakai baju bola, saat ini kelas 1 SD.
Hanif pakai baju bola, saat ini kelas 1 SD.